Tubuh sebagai Komoditas Dalam Bisnis Kopi Pangku, di Urat Nadi Pantur
Karya sinematik sering kali menjadi cermin yang memantulkan retakan-retakan dalam struktur sosial dan ekonomi sebuah bangsa. Kalimat tersebut layak disematkan pada Film Pangku yang rilis pada 6 November 2025. Mengangkat potret drama keluarga dalam dimensi kemiskinan, marginalitas, hingga dilema moral yang berulang di kawasan Jalur Pantai Utara (Pantura) mereprensetasikan ruang transien atas hilangnya pilihan hidup bagi perempuan. Film ini mengisahkan Sartika, perempuan hamil delapan bulan yang bertemu dengan bu Maya, pemilik warung kopi di pinggiran pelabuhan Pantura. Berkedok bantuan sosial yang ditawarkan kepada Sartika, menjadi pintu awal rasa bersalah dan hutang budi. Keterdesakan ekonomi dan absennya jaring pengaman sosial membuatnya mau tidak mau terjerumus ke dalam praktik “Kopi Pangku” layanan duduk sambil dipangku untuk menemani pembeli menghabiskan secangkir kopi. Fenomena ini bukan rekaan. Ia benar-benar hidup di warung-warung tenda sepanjang Pantura, dar...